In Brief
Bantulah orang lain untuk menyelesaikan masalah tanpa syarat dan mudah-mudahan masalah kita akan selesai tanpa syarat pula.
Ketakutan hakiki hanya kepada Tuhan, jangan berikan ketakutan kita kepada manusia karena jika itu terjadi sama saja seperti anak kecil yang tidak tahu akan sanak saudara dan percuma saja karena selama ini waktu kita terbuang, duduk termenung untuk menyembah-Nya
Masa yang paling tepat untuk menemukan Tuhan adalah ketika musibah datang menghampiri kita. Jadikan pelajaran berharga untuk tidak mengecilkan orang lain, karena siapa tahu bencana yang lebih besar bisa datang tiba-tiba. Jangan pernah lepas dari Tuhan walaupun perbuatan yang tidak wajar sedang kita rencanakan.
Kematian adalah sebuah resiko atas berakhirnya keberadaan insan di dunia. Tidak akan ditanya apakah kita telah siap untuk mati, jika menjawab belum siap pun niscaya Tuhan telah menggariskan dan tidak ada seorangpun yang tahu termasuk malaikat. Kematian bukan sebuah akhir tapi sebuah kesimpulan
Yang bisa aku lakukan adalah dzikir, pikir dan ikhtiar. Dzikir adalah urusan aku dengan sang khalik. Pikir adalah merencanakan apa yang akan aku lakukan. Ikhtiar adalah yang sedang aku kerjakan sekarang.
Setiap orang akan menemui akhirnya entah sekarang atau entah nanti dan setiap akhir itu kita harus berani melepas segala sesutau yang buruk yg ada pada diri kita, mencuci jiwa menjadi suci kembali, kita akan kehilangan yang kita cintai yang kita sayangi. Dan kita harus tetap tersenyum dan tidak takut dengan apa yang akan terjadi pada diri kita, bahwa diatas langit ada langit, dan DIA lebih tahu dari siapapun yang terbaik untuk kita.
Lakukan tugas-tugas keindahan dengan tekun. Biarkan hasilnya ditentukan sepenuhnya oleh yang punya hidup.
Begitu pikiran tenang dan seimbang berapun hasilnya, bagaimanapun prosesnya dan caranya, semua mengalir seperti air disungai. Seorang guru menyebut jalan seperti ini dengan jalan-jalan alami.
Bila semuanya bisa jadi penjara, lantas apa saja yang tidak menghadirkan penjara? Rumit memang, terutama karena karena kata-kata sendiri sejujurnya juga menghadirkan penjara.
Tidak terlalu banyak yang tahu beratnya pergeseran dari malam ke subuh. Tetapi banyak yang tahu kalau evolusi dari kelenyapan kehidupan dibawah menuju munculnya kehidupan lebih tinggi sungguh sebuah proses yang berat. Bahkan ada yang menyebutnya dengan perjalanan yang penuh keberanian.
Kita semua yang mengukir dan melukis kehidupan setiap hari, jika tukang ukir mengukir dengan alat-alat seperti kayu, palu, pahat dan sebagainya. Pelukis melukis dengan kuas dan warna, kita semua mengukir kehidupan dengan berbagai sarana. Pikiran, kata-kata perbuatan dan bahkan ketakutan sekalipun bisa menjadi sarana manusia mengukir dan melukis kehidupan.
Siang ada memang untuk membukakan pintu bagi sang malam. Air tercipta untuk mengajari manusia tentang sejuknya air, awan gelap ada sebagai pintu pembukaan bagi langit biru yang mengagumkan. Rasa sakit ada untuk menunjukkan indahnya sehat, kejahatan ada agar manusia bisa melihat kedalaman dari kebaikan. Inilah bingkai kejernihan.
Tidak semua perjalanan mesti dimulai oleh peta jelas di awal. Sebagian lebih diisi oleh kegiatan berjalan, berjalan dan hanya berjalan. Uniknya, ditengah perjalanan yang berisi sedikit sikap cerewet untuk bertanya ini, semuanya tampak terang benderang. Keraguan, ketakutan, kekhawatiran sudah lama hilang disana, ia digantikan dengan kepercayaan, keyakinan, dan keiklasan.
Semesta adalah cara pencipta menyampaikan makna. Dan tugas manusia kemudian merajut makna disana.
Perhatikan prilaku batu. Ia begitu tenang, hening, dan terpusat, seperti sedang mengungkap sebuah rahasia-rahasia batin, kalau batin dimana jiwa itu duduk tapi senantiasa tenang, hening, dan terpusat, ia bergerak ke wilayah-wilayah batin.
Begitu pikiran-pikiran positif demikian kokohnya berakar kedalam hati, manusia berubah jadi gelombang, ketakutan, kengerian, kekhawatiran yang berlebihan akan lenyap. Sebab, didalam kacamata positif semuanya bermakna dan berguna. Hidup berguna, mati juga berguna.
Ketika anda banyak menyalahkan orang lain, itu tanda-tanda kuat pentingnya pendidikan, ketika anda mulai menyalahkan diri sendiri berarti pendidikan baru dimulai, mana kala anda berhenti menyalahkan orang lain, itu artinya pendidikan sudah selasai.
Ketika takdir kematian disangkal, maka kehidupan kehilangan maknanya. Dengan demikian tidak mungkin bisa memasuki kedalaman makna kehidupan tanpa mengalami kematian. Setiap bentuk ketakutan akan kematian, menjauhkan menusia dari pemaknaan yang agung akan kematian.
Belajar mengandung resiko. Belajar berarti melangkah keluar dari zona kenyamanan. Pada saat pembelajar mengambil langkah ini, mereka patut mendapat apresiasi atas kecakapan dan kepercayaan diri mereka.
Tetapkan hati untuk bersikap lembut kepada anak kecil, penuh kasih sayang kepada orang tua usia, bersikap simpatik kepada orang yang berusaha keras dan toleransi kepada yang lemah dan salah, karena suatu saat dalam hidup kita mungkin saja kita akan mengalaminya sendiri.
Orang yang banyak mengetahui tentang orang lain bisa dijadikan bahan pelajaran namun orang yang memahami diri sendiri dia lebih pintar. Orang yang mengendalikan orang lain adalah orang yang berkuasa, namun orang yang menguasai diri sendiri masih lebih berkuasa.
Cinta adalah kata yang selalu membuat masalah dan rumit dipecahkan, gampang dirasa dan susah dipikir. Tapi mungkin kita semua sepakat bahwa cinta merupakan hal diluar kekuasaan menusia untuk mencipta dan merusaknya.
Jika ada kebajikan dalam hati, akan ada keindahan dalam watak
Jika ada keindahan dalam watak, akan ada keharmonisan dalam keluarga
Jika ada keharmonisan dalam keluarga, akan ada kerukunan dalam negara
Jika ada kerukunan dalam Negara akan ada ketentraman di dalam dunia
Orang mengembara untuk mengagumi tingginya gunung, besarnya ombak di laut, panjangnya sungai, gerak melingkar bintang-bintang. Tetapi semuanya tampak biasa-biasa saja.
Pikiran mewujud dalam kata, kata mewujud dalam perbuatan, perbuatan berkembang menjadi kebiasaan. Dan kebiasaan akan menjadi watak, maka jagalah pikiran dengan hati-hati. Dan biarkan kasih sayang menjadi sumber pangkal kepedulian terhadap sesama.
Membuat kekeliruan itu manusiawi, tetapi memaafkan adalah cerminan Ilahi ….
Barang siapa kehilangan kekayaannya, ia akan kehilangan banyak hal.
Barang siapa kehilangan teman, ia kehilangan banyak lagi.
Namun barang siapa kehilangan semangat, ia kehilangan segalanya.
Cinta didefinisikan sebagai perasaan sayang dan ketertarikan yang besar dan mendalam. Cinta memberikan kenikmatan yang mendalam bagi orang yang memperhatikan dan memikirkan hal yang disayangi.
Cinta mempunyai kekuatan untuk menyembuhkan, memberi kekuatan, mengilhami, dan yang terakhir memberi kehidupan.
Cinta merupakan satu-satunya kekuatan yang mampu mengubah musuh menjadi teman.